Tuesday, October 19, 2004

Mendung Bandung

Mendung bandung
Memanggil aku dekat
Merentas laut selat

Tika pertama kulihat
Terasa bait cinta bersemi
Hembus anginmu bagai diulit
Susun kotamu suatu seni

Aku terpegun gajah menyusu
menghias indah puncak rumah
Aku suka akan kekisimu
warisan jendela si penjajah
Aku amati subur ladangmu
berkat amarah si merah
Aku teroka puncakmu
kuasa tuhan tiada sudah
Aku singkap bahasamu
kujumpa madah indah
Aku baca diari lalu
kukenal tinggalan sejarah

Mendung bandung
Kaki ini harus melangkah pergi
Tak puas kenalmu lagi
Aku pasti kan kembali

0 Comments:

Post a Comment

<< Home