Thursday, November 25, 2004

Malam

Malam
Sudah malam benar
Kerdip mata belum binar
Menjenguk jendela luar

Sunyi
Sudah sunyi sepi
Hiruk luar lama terhenti
Tinggal deru angin menyapa pipi

Lena
Sudah lena benar
Seisi rumah, sebahagian bumi
Sungguh, tenang kalian kucemburui

Lelah
Sudah lelah sungguh
Rehatku lama tertangguh
Namun mata tak jua berlabuh


*sleepless in my room

Saturday, November 20, 2004

Words

Urges I have to write
But words fail me
Stuck in a rut
Seemingly in zero mental capacity

Desire I have to produce
A masterpiece set to amaze and amuse
But my brain seem to refuse
Churning the same mediocre tune

Needs I have to profess
Of feelings and emotion in distress
But words at the moment I don't have
Perhaps I should just retreat and rest.


*words, wherefore art thou? Fill me from top to toe with your direst cruelty!

Wednesday, November 17, 2004

A Lil' Prayer

Turning into my enemy
The very person I dont want to be

Lord, save me from this shame
Spare your servant from being blamed

Amin.

Saturday, November 13, 2004

Lama Sudah Rindu Dipendam

Lama sudah rindu dipendam
Baru semalam hajat dicita
Mendengar suara bak gurindam
Menagih berita lama tak terima

Baru semalam hajat dicita
Setelah sepurnama menyimpan derita
Menyimpul kasih menghapus duka
Kini terasa secebis bahagia

Mendengar suara bak gurindam
Gemelai gemersik menusuk jiwa
Menerjah sunyi hening malam
Terukir seribu senyum gembira

Menagih berita lama tak terima
Batasan jarak runtuh akhirnya
Yang dirindu kembali pulang
Yang merindu sekarang tenang

Thursday, November 11, 2004

Happiness is...

happiness is...
seeing your name blinks
on the screen of my cellphone. :)

Sunday, November 07, 2004

Buat Chairil

Aku kenalmu baru semalam dua ini
Dari bait puisi dan penitian hari

Belo tatahidupmu satu revolusi
Baik aturan, dimensi jua persepsi
Dicap 'bohemian', kau enggak peduli
Apa yang pasti, karyamu asli

Cinta pada negara dan ilahi
Duanya kau pegang sebagai paksi
Insan seni, kau tak lari dari mimpi
Mengejar bidadari sulaman mimpi

Hidup mati katamu suatu yang pasti
Tak perlu digeruni apatah ditangisi
Tanpamu Chairil, hilang permata seni
Dan aku, baru hanya ini mengenali.


*Chairil Anwar, baru kukenal sekian lama

Friday, November 05, 2004

Aku tak mencinta

Aku tak mencinta
Hanya seketika terpedaya

Aku tak kempunan
Apa yang dicita tak pernah kepunyaan
Cuma mungkin sedikit terkilan
Apa perlu taruhan persahabatan

Aku tak kehilangan
Kau tak layak digelar insan
Apatah lagi dibuat teman
Ahh, biar dipersetan!!

Thursday, November 04, 2004

Tak Bai

salahkah mereka bila berkumpul
berdosakah mereka kerna menunggu
mana kebebasan yang diagung
mana hak yang termaktub

mereka cuma melihat dengan mata
tiada senjata
si anak kecil terpanggil hiruk
si pemuda jantannya teruja
semua hanya memerhati

tapi si askar salah sangka
yang pasif dianggap bahaya
air deras keras menerjah kulit
asap pedih menjalar ke mata
peluru melulu mencari nyawa

jasad khalifah anugerah tuhan
dibaling dilempar tiada belas
bagai ikan dalam tanggukan
lemas tertindas tiada kasihan

hati ibu, isteri, adik dan kakak
bagai diruntun segala urat
yang ditunggu tak kunjung pulang
biar pun azan maghrib berkumandang

tak bai, hari ini kau jadi saksi
akibat rakus kuasa
korban nyawa tidak berdosa
hilang peri manusia.

Wednesday, November 03, 2004

Sympathy to the Devil

You're a poison
Suffocating me with your odour
No escape

Your dragged me in your sorrow
Indeed misery loves company
Your endless complaints
Blaming existence for your pain
You fed on my conscience
To honour all creations
You inhaled my passion
Leaving me devoid of feel

I took my steps
Breaking free of chains
Away from your wrath
Far from your sins
Miles from your grip

Sympathy to the devil
No more.


*this coldness worries me